Jumat, Juni 26, 2009

DATANGNYA TAMU ISTIMEWA

Beberapa pekan lalu tetangga saya melangsungkan acara pernikahan putri sulungnya. Persiapan untuk acara itu sudah dilaksanakan beberapa bulan sebelumnya, mulai darei bersih-bersih rumah, mengecat, setting tempat sampai konsep acara. Ya ..ini merupakan moment spesial, moment pernikahan. Segala persiapan disiapkan sematang mungkin untk menyambut kedatangan tamu istimewa mereka , rombongan dari mempelai pria. Mereka berusaha memberikan yang terbaik untuk tamu istimewa mereka dan juga berusaha menyuguhkan yang terbaik pula dalam acara pesta pernikahan di hari itu.

Hal semacam ini juga pernah saya lakukan ketika saya masih sering terlibat di berbagai kegiatan kampus. Untuk acara seminar misalnya, beberapa bulan sebelumnya kami telah berusaha mengumpulkan berbagai ide, konsep acara, serta mencari sumber pendanaan. Semakin mendekati hari H , persiapan semakin dimatangkan , mulai dari rundown acara, perlengkapan sampai transportasi dan akomodasi untuk pembicara. Kami berusaha memberikan yang terbaik demi kelancaraan acara waktu hari H. Satu hari menjelang hari H, biasanya kita melakukan gladi resik terkait acara kita, pembagian tugas dan peran . Kami pun juga sibuk menyambut tamu istimewa kami, para narasumber, pembicara atau para trainer. Kami berusaha menyambut mereka dengan sebaik mungkin,mulai dari penginapan, transportasi, konsumsi, sampai segala hal yang dibutuhkan para pemateri. Kami sangat senang dan bahagia jika pembicara yang kami undang berkenan hadir untuk mengisi acara kamii. Seakan-akan rasa lelah kami hilang karena merasa puas dengan acara yang kami gelar.

************

Sahabat, tentunya anda juga pernah mengalaminya bukan? Mempersiapkan segala sesuatu untuk kesuksesan acara kita, atau menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut tamu istimewa yang bertandang ke rumah kita. Ya seandainya tamu itu seorang pejabat, ulama atau presiden tentunya kita akan menyiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin. Kita akan merasa sangat senang dan bahagia karena tamu istimewa itu berkenan berkunjung ke rumah kita.

Sahabat..marilah kita sejenak merenung,..ketika bulan Ramadhan segera menghampiri kita, apakah kita merasa senang dan merasakan kebahagiaan yang sama seperti kita menyambut tamu-tamu istimewa yang datang bertandang kerumah kita?. Apakah kita juga menyambut ramadhan secara “ luar biasa” sebagaimana kita menyiapkan segala sesuatu dalam menyambut tamu kita. Apakah kita juga mempersiapkan dengan sungguh-sungguh bekal kita agar “acara” di bulan Ramadhan kita sukses sebagaimana kita bersungguh-sungguh menyiapakan segala sesuatu untuk kesuksesan acara kita?

Sahabat ..tentunya keutamaan bulan ramadhan lebih besar dari keutamaan dari seorang pejabat yang datang ke rumah kita. Di bulan ramadahan ada satu hari yang lebih baik dari seribu bulan, di bulan ramadhan pintu neraka ditutup dan pintu jannah dibuka. Di bulan itu amalan sunnah yang kita tunaikan bernilai amalan fardhu, sedangkan amalan fardhu digandakan 70 kali . Begitu banyak keutamaan dari bulan ramadhan ini.

Sahabat marilah kita bersama-sama menyiapakan nya dari sekarang, menyiapkan segala sesauatu untuk kesuksesan kita di bulan ramadhan, mengakaji kembali fiqh shiyam dan qiyam ramadhan, menebalkan kembali keimanan kita,melluruskan kembali niatan –niatan kita. Kita juga perlu latihan agar kita tidak kaget dan bisa menikmati ibadah kita di bulan ramadahan. Marilah kita perbanyak melakukan amalan-malan sunah seperti shaum senin-kamis, memperbanyak infak dan shodaqoh,memperbanyak membaca Al-quran, menjaga qiyamullail dan tentunya tetap menjaga amalan –amalan wajib kita. Semoga dengan membiasakan diri melaksanakan shiyam , qiyam, dan banyak membaca al-Qur,an di bulan Rajab dan Sya’ban, kita berharap nantinya dibulan ramadhan kita sudah bisa langsung “tancap gas”, beramal dengan sungguh-sungguh tanpa dihinggapi rasa malas atau berat dalam menunaikannya, karena kita telah melakukan pemanasan di bulan-bulan sebelumnya.

Dan yang terakhir , marilah senantiasa kita berdoa kepada Allah semoga kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan. "Allahumma baariklanaa fi rajab wa sya'ban wa balighna ramadhan" "Ya Allah berikanlah berkah-Mu kepada kami di bulan Rajab dan Syaban, dan pertemukan kami dengan Ramadhan." Amin yaa Rabbal 'Alamin ...

Sabtu, Juni 20, 2009

KAOS OBLONG

Beberapa waktu lalu aku ke kampus untuk menemui dosen ku untuk minta tanda tangan . Alhamdulillah hari ini dapat satu tanda tangan. Setelah itu aku bertemu seorang temanku, yang lagi diskusi terkait penelitiannya. Wah bahasa..tingkat tinggi, kadang aku harus menyamakan frekuensi dan gelombang biar bisa mengikuti mereka. Sambil mendengarkan diskusi mereka sejenak ku alihkan pandangan ke orang-orang yang lewat di depanku. Luar biasa, mahasiswa-mahasiswa penuh semangat,..kayaknya mereka sedang menempuh ujian akhir semester. Ehm sejenak ku perhatikan pemuda-pemuda itu, ..tampilan rapi, necis , dan wangi, baju nya pun terlihat rapi, bersih. Jarang diantara mereka yang pakai kaos oblong, karena memang dikampus dilarang memakai kaos oblong, apalagi ini musim ujian.

Tadi, waktu di ruang dosen pun, para mahasiswa yang akan bertemu dengan dosennya hanya untuk sekedar konsultasi, atau minta evaluasi dosen, pakaian mereka juga rapi..ya iyalah jika pakai kaos oblong ,..malah bisa-bisa di suruh keluar sama dosennya.

Di hari berikutnya..kayaknya teman-teman kost ada yang akan menghadiri undangan acara dari sebuah televisi swasta di kota bengawan. Sejak pagi mereka sudah menyiapkannya..ya namanya anak muda penampilan tetap di jaga lah, tampil necis,.pakai minyak wangi..maklum mau masuk TV.

Di hari yang sama pula, kebetulan hari itu hari jumat, saatnya bagi kaum muslimin untuk menunaikan sholat jumat. Akupun berusaha menyiapkan dari awal biar gak terlambat. Ya setelah sholat jumat selesai, ku lihat satu persatu para jamaah mulai keluar meninggalkan masjid. Diantara mereka juga terlihat keren dengan peci, baju koko dan sarungnya, memang para pemuda harapan..Tapi wow ada juga yang pakai pakaian ala kadarnya, kaos oblong, atau pakaian yang kucel.

Ternyata pemandangan seperti ini tidak hanya aku temui ketika sholat jumaat saja, waktu sholat berjamaah di masjid pun aku sering menemui kejadian seperti ini. Sholat dengan pakaian ala kadarnya,kaos oblong bahkan sampai dengan memakai kostum sepak bola..pokonya lengkap deh.

Kawan…saya tidak menyalahkan para pemuda itu yang sholat ke masjid dengan pakaian ala kadarnya. Mereka adalah orang yang luar biasa, para pemuda yang masih tergerak hatinya untuk sholat ke masjid. Tapi marilah sejenak kita merenung…untuk menemui dosen saja kita memakai pakaian terbaik kita, menemui pejabat, kita memakai pakaian yang terbagus, kuliah? penampilan terjaga…mau ke acara walimahan? Kita memilih juga baju yang pantas,..tapi kadang kita melupakan bahwa kita ke masjid memenuhi undangan siapa, ingin mengahadap siapa. Bukan berarti memakai kaos oblong, atau kostum sepak bola untuk sholat itu dilarang, selama pakaian itu memenuhi syariat, bersih , saya kira tidak masalah. Akan tetapi kalau kita kuliah saja mampu memakai pakaian terbaik kita, ,..kenapa ketika ke masjid untuk sholat kita memakai pakaian ala kadarnya? Aku teringat dengan abang becak di dekat kostku waktu SMA dulu, ketika masuk waktu sholat beliau sudah memersiapkannya sejak awal. Peci, baju koko dan sarung yang memang pakaian itu beliau pakai untuk sholat. ..Luar biasa bukan.

Kawan….sejenak marilah kita ingat kembali firman Allah :” Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid…. ( QS. Al-A’raf 31)..semoga ayat ini menjadi pengingat buat kita bersama, untuk memakai pakaian yang bagus dan pantas ketika ke masjid, dan tentunya sebaik –baik pakaian adalah pakaian yang kita pakai dengan penuh ketaqwaan, bukan dengan kesombongan serta berlebih-lebihan. Wallahu’lam bi showab.

#########

Kamis, Juni 18, 2009

TEMBOK SEKOLAHKU JEBOL!

Pagi itu, pagi yang cerah..seperti biasa ku lalui aktivitasku seperti biasa. Harus bangun pagi..mampir di warung dulu..beli nasi pecel…lalu berangkat ke sekolah. Ya..dengan ceria berjalan kaki dari kost, memang sekolah ku nggak terlalu jauh jaraknya dari kost.

Wow..dah banyak yang datang ternyata..aku kira masih kepagian..he.he.. Gerbang khas sekolah,ringin tua dan bangunan sekolah yang “jadul” dan kuno …pemandangan yang setiap pagi kulihat waktu aku sekolah di SMU itu. Tapi jangan salah walaupun tampilan luarnya yang antik dan kuno, tapi SMA ku termasuk salah satu sekolah favorit di kota bengawan.

Langkahku pun ku lanjutkan..melewati lorong kelas,..menuju kelas di lantai paling bawah. Ya di bawah..karena waktu itu aku masih duduk di kelas satu SMA. Aku masuk ke salah satu ruangan kelas, tepatnya kelas 1.6. Wah teman-temanku sudah banyak yang datang, mereka sudah memenuhi bangku-bangku dikelas itu. Tapi seperti biasa..empat meja terakhir bagian pojok, Itu bagianku dengan teman-temanku..

Pojok belakang..yah emang nyaman..duduk di pojok, kalau ngantuk tingal tundukkan kepala dikit..he.he.Pojok kelas 1.6…yang memang sangat nyaman.

Seperti biasa , namanya juga anak SMU, sering usil, iseng…Ya kadang kami dulu ketika waktu senggang ada yang main catur,asah otak katanya, atau adu panco..wow..biar kelihatan “ kuat” gitu…Tapi ada satu aktifitas lucu dan sepele yang sampai sekarang aku kadang tertawa mengingatnya. Ya..entah yang memulai siapa, setiap orang yang duduk dipojok itu tangannya “ nggratil” membuat lubang kecil. Cuma iseng sih..pertama memang Cuma sebesar lubang paku.

Sambil mendengarkan pelajaran dari guru, tangan kami tidak berhenti beraktifitas. Tangan kami masih terus mengebor tembok itu, walau hanya dengan bolpoint. Entah kenapa, teman –teman yang kebetulan duduk di situ juga turut berpartisipasi. Lubang yang semula hanya sebesar lubang paku pun, hari demi hari semakin dalam.Hingga suatu saat kami menemukan alat baru, kayaknya lebih efektif buat ngebor tembok. Emang kreatif juga anak-anak, jangka yang buat papan tulis, dan biasanya buat nggambar waktu pelajaran matematika pun kami ambil. Di salah satu bagiannya ada bagian yang lancip, dan satu bagiannya untuk tempat kapur.Ngebor terus…..pokoknya, entah waktu itu aku juga gak tau tujuannya buat apa, ..

Akhirnya suatu hari..tibalah giliranku duduk di pojok kelas. Aku pun juga ambil bagian dalam aktifitas “ ngebor “ . Jangka pun kuputar dikit demi dikit, melanjutkan lubang yang dibuat temanku.Ha..ha..ha..akhirnya..krek..woi..tembus bro…lubangnya tembus. Aku juga gak habis pikir..tembok kelas yang lumayan tebal itu akhirnya tembus juga, perjuangan yang luar biasa kawan..he.he…Sedikit demi sedikit akhirnya jebol juga ni tembok.

Ah dasar temanku semakin iseng aja..lubang yang tembus tadi semakin dibesarkan ..hingga akhirnya tanganku pun sampai bisa muat. Tembus sampai parkiran luar..wow hembusan angin sampai terasa. Agar tidak ketahuan guru, kami pun menyumpal lubang tadi dengan kertas-kertas.Ya kalau ingin tahu suasana luar, dan biar lubang angin kembali terbuka, kertas itu kami ambil.

Ya..tapi bagaimanapun kami sembunyikan.. akhirnya ketahuan juga. Wah waktu aku duduk dibelakang ada seorang guru yang pengin tahu lubang karya kami. Ehm..besar juga ya,..wah takut juga ni, ntar kalau dihukum bagaimana? Keringat dingin keluar..apalagi waktu itu..kepala sekolah kami terkenal suerem. Tapi akhirnya kami hanya disuruh untuk menambal tembok itu, dan mengecatnya seperti semula.

Ya akhirnya kawan-kawanku bersama-sama menambal lubang angin itu. Untung waktu itu sekolah kami sedang membangun beberapa bangunan tambahan.

Untuk teman-temanku : sorry pren..dulu nggak ikut nambal..pulang duluan takut kehabisan bis dan kemaleman pulangnya, maklum malam minggu..harus pulang ^o^.

……………..

Kawan..itu salah satu kejadian yang pernah aku alami sewaktu SMU dulu. Dan sekarang aku pun sejenak merenung, ternyata tembok sekolahan yang tebal itu pun akhirnya jebol dari usaha pengeboran yang dilakukan terus menerus. Bagaimana dengan iman kita? Setiap hari kita selalu berhadapan dengan musuh bebuyutan kita, syetan laknatullah ‘alaihi. Setiap hari syetan tak henti-hentinya mengebor keimanan kita, mulai dosa yang kecil, yang kita remehkan dan ternyata jika dilakukan terus menerus bukan tidak mungkin akan menyeret kita untuk melakukan dosa besar dan menjebolkan tembok keimanan kita. Kita berlindung kepada Allah semoga kita dilindungi dari godaan syetan yang terkutuk. Syetan pun sangat lihai memainkan strateginya, dengan cara ini gak berhasil, mereka mencari cara yang lain .Dan hal ini telah mereka lakukan sejak berjuta-juta tahun yang lalu, sejak jaman nenek moyang kita, nabi Adam As.

Hanya Allah lah tempat kita untuk berlindung , hanya kepada Allah lah kita memohon pertolongan agar Allah semakin menguatkan tembok keimanan kita.

Kawan..ternyata..lubang angin yang dulu kami sembunyikan dengan menutupnya dengan kertas putih..akhirnya ketahuan juga. Begitu juga mungkin dengan dosa dan kebusukan tingkah laku kita, mungkin lama kelamaan akan tercium dan ketahuan juga.

Ya semoga diri ini masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk senantiasa bertaubat, memohon ampun akan kesalahan kita, diberikan kesempatan untuk menambal lubang kejahatan, lubang dosa kita dengan perbuatan baik. Ya Allah..berilah kami semua kesempatan itu.Amin.

Dua tahun sudah….

19 Juni …Hari ini bukan lah hari peringatan perkawinan seseorang yang kukenal ataupun hari milad ku,tapi 19 Juni mengingatkan ku akan sebuah episode kehidupan yang pernah aku lalui,

Hari itu aku pun melalui aktivitas seperti biasa. Kuliah..ke kost..ya seperti aktivitas yang rutin aku lakukan. Hingga suatu sore aku mendapat telpon dari salah satu adik tingkatku. “ assalamu’alaikum mas,..dah dengar kabar belum? Kabar apa.?’aku pun balik bertanya,”Si fulan telah meninggal dunia tadi pagi karena kecelakaan”.Yang benar?aku pun kaget,seakan tidak percaya akan kabar itu. Setelah itu akupun lansung menelpon ke teman ku yang lain untuk menanyakan akan kebenaran hal itu” Benar akh..beliau sudah dipanggil oleh Allah, antum segera kumpul aja di masjid kampus, teman-teman mau berangkat bersama ke rumahnya.

Ah..aku gagal untuk menahan air mata ini, bulir-bulir air mata pun menetes di pipi, Segera saja ku hapus air mata ini, bersegera bergegas ke masjid kampus untuk bertemu dengan teman-teman yang lain. Sesampainya di sana , kulihat wajah-wajah mendung dari teman-temanku, ada yang hanya tertunduk, ada yang masih terisak-isak karena menahan tangis. Sepintas ku lihat duka yang mendalam tercerminkan dari wajah-wajah mereka. Wajah duka , yang baru saja kehilangan sahabat dekat mereka.

Ya ..kami semua pun merasa kehilangan, siapa yang tidak kenal sosok fulan. Pribadi yang santun, ramah, dan seorang pejuang yang luar biasa. Tapi kami sadar mungkin Allah mencintainya dengan memanggilnya lebih dulu.

Sambil menuggu teman-teman yang lain untuk berkumpul , sejenak pikiran ini melayang, membayangkan wajahnya yang masih jelas tergambar di pikiranku. Ah..baru kemarin pagi aku ketemu di masjid ini, wajahnya sedikit pucat, memang dia baru sembuh dari sakit yang di deritanya. Sekalipun sakit..seakan tak menyurutkan semangatnya untuk beraktifitas, rapat, dari pagi dilanjutkan rapat lagi di siang hari. Ya beliau adalah salah seorangg aktifis dakwah kampus, beliau sibukkan hari hari itu dengan aktivitas keagamaan. Kampus, masjid , ..kampus masjid…

Masih jelas dalam rekaman memori saya, hari- hari bersama beliau..makan bersama, jalan –jalan bersama..keramahannya..nasehat-nasehatnya…ah..aku pun kembali meneteskan air mata ketika mengingat itu semua…Allah lebih mencintainya..Allah lebih tau yang terbaik baginya……itulah kata-kata yang berkecamuk di dalam benakku…Ketentuan Allah telah terjadi atas diri si fulan. Walaupun kami punya rencana..dua hari kedepan kami akan reuni bersama..setelah sekian lama nggak kumpul bersama teman –teman. Dua hari lagi …Tapi ..sekali lagi Allah lebih tahu yang terbaik baginya…

Lamunanku pun buyar..beberapa teman mengisyaratkan untuk segera berangkat…Menjelang malam..kami pun tiba dirumah si fulan. Begitu banyak orang yang datang untuk barta’ziah…. Di ruang tengah….kulihat peti jenazah…ada diantara teman kami yang ingin melihat jenazah beliau ..tapi tidak diijinkan dari pihak keluarga….Kami pun bersama-sama menyolatkannya. Masih terngiang isak tangis dari kerabat, keluarga dan tema-teman..isak tangis yang mebuncahkan suasana malam itu, Ah..tapi kulihat dari pihak keluarga , sosok –sosok orang yang luar biasa..mereka begitu tegar melepas kepergian anaknya….

Dua tahun sudah kejadian itu berlalu, ..dua tahun juga wajahnya masih teringat di pikiranku..dua tahun sudah…..

………….

Sahabat…mungkin bukan hanya saya yang pernah kehilangan orang –orang yang tercinta, sahabat dekat , ataupun karib kerabat. Yakinlah bahwa Allah lebih mengetahui yang terbaik baginya, bagaimanapun skenario Allah tetaplah yang terbaik. Sahabat..boleh lah kita punya rencana..tetapi tetap jua Allah yang menentukan hasilnya. Dan sesungguhnya hidup di dunia tidaklah abadi, setiap makhluk yang bernyawa pastilah akan mati. Tinggal kapan giliran kita akan tiba…

Sahabat….kasihilah teman- teman anda, saudara anda, ..jika anda masih bermusuhan..maafkan lah dia, ..sapalah dia…kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput kita. Boleh jadi pertmuan hari ini menjadi pertemuan terakhir Anda di dunia dengan teman-teman Anda.

Sahabat..kita seringkali baru merasakan kehilangan saat teman kita, saudara kita, kerabat kita benar-benar meninggalkan kita. Kita baru merasakan kehilangan ketika mereka telah meninggalkan kita..sahabat sapalah,kasihanilah, sayangilah, maafkanlah saudaramu, teman atau karib kerabatmu sebelum rasa penyesalan itu tiba..sebelum semua nya terlambat.

Ya Rabb…kumpulkanlah kami kembali kelak di Jannah-Mu,..Ampunillah dosa-dosa kami,..berilah kekuatan kepada kami untuk senantiasa istiqomah di jalan-Mu…

Untuk Sahabatku..semoga kita semua dikumpulkan di Jannah-Nya , semoga Allah mengampuni dosa-dosamu dan menerima segala amalanmu..semoga kami masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk melanjutkan perjuanganmu.. Amin.

Selasa, Juni 02, 2009

AKU DAPAT NILAI ENAM!

“Kenapa terlambat? Tahu ini sudah jam berapa?’ bentak guru olahragaku .” Maaf pak tadi kelamaan nunggu bisnya’. Ya sudah sekarang lari keliling lapangan dulu !..hiks..hiks aku dapat hukuman.Ya akhirnya akupun manut, lari keliling lapangan, itung-itung pemanasan dulu lah..

Waktu itu adalah tahun- tahun pertamaku aku sekolah di salah satu SMU di kota bengawan. Aku memang terkenal murid yang suka datang telat kalau pelajaran olahraga, sampai-sampai guruku jadi hafal kepadaku . Sebenarnya bukan bermaksud untuk nelat atau malas, tetapi ya kadang nunggu bis nya memang lama kok, maklum dulu jika olahraga siswa di SMU kami biasany pakai GOR Manahan , Solo. Padahal jarak antara kost dengan GOR Manahan, ya lumayan…harus naik bis kota satu kali. Maklum waktu itu belum bawa motor.

Jam pelajaran olahraga di SMU kami dibagi menjadi dua, untuk yang putri biasanya dimulai dari setengah enam sampai jam enam lebih lima belas menit.Kalau yang putra dimulai dari jam enam seperempat sampai jam tujuh atau kadang setengah delapan.

Ya gak tau juga sih…teman-temanku yang lain, yang rumahnya jauh juga gak pada telat..he.he, Emang dasar bawaan kebiasaan dari SMP mungkin, atau memang waktu itu aku banyak alasan?. Sebenarnya mulai subuh sudah bangun, sudah persiapan, tapi dulu kadang mampir ke kost teman dulu, biar bisa berangkat bersama, eh malah telat bersama-sama juga.

Sebenarnya aku juga termasuk orang yang suka olahraga juga, tapi selama di kelas satu itu aku sering telat. Jika ada tes olahraga atau ujian pun, hasilnya juga gak terlalu jelek. Balapan lari? Juga gak lambat-lambat amat, voly? Ok juga, sepak bola..kalau cuma nendang juga bisa, tolak peluru? Cukup lumayan, lempar lembing? Masih diatas rata-rata, dibandingkan temanku yang lempar lembing tapi jatuhnya lembingnya tidak lebih dari satu meter di depannya…he…, basket? Oooo..lempar bola ke keranjang ..juga sering masuk kok…Tapi anehnya waktu penerimaan raport. Aku kaget..aku dapat nilai enam untuk mata pelajaran Olahraga…buerat..kok bisa ya..baru kali ini dalam sejarah aku sekolah, nilai mata pelajaran kesehatan jasmani ku dapat nilai enam……Ternyata setelah ku tanyakan..memang karena aku kurang displin waktu itu..sering terlambat.

Di semester berikutnya, frekuensi keterlambatanku mulai berkurang…ya kadang sama temanku ..yuk ke manahan sekalian jalan-jalan pagi dulu, habis subuh berangkat..jalan santai sampai Manahan, sambil menikmati pemandangan kota Solo waktu pagi…Ya akhirnya nilaiku olahraga ada peningkatan juga.

Ketika kelas dua , aku sempat bertemu kembali dengan guru olahragaku waktu kelas satu, diawal pertemuan beliau mnjelaskan “aturan mainnya”. Terkait dengan kedisiplinan dan lain-lainnya. Ah rupanya beliau masih ingat kepadaku…jadi sasaran deh” Tanya saja ke mas taufiq, dulu saya kasih nilai berapa karena sering terlambat” ..pucat pasi mukaku, malu …

Wah aku salut juga sama teman-temanku waktu SMU, luar biasa semangatnya, padahal rumahnya jauh-jauh, mereka dengan semangatnya datang ke Manahan dengan TIDAK terlambat.Apalagi yang putri-putri, harus datang jam setengah enam bro…bayangin ..mungkin jam segitu kamu masih pada mlungker di kasur ya? Ha.ha…. Entah karena takut kena marah sama guru olahragaku, yang kumisnya itu lho..keren pak!..atau takut kalau nilainya jelek gara-gara sering terlambat? Udara dingin gak menjadi penghalang, pagi-pagi harus mandi ( bagi yang mandi) kadang tanpa sarapan, sambil menahan kantuk berangkat untuk ke Manahan, satu kata OLAHRAGA!

********

Sekarang kejadian itu sudah berlalu beberapa tahun yang lalu, menjadi sebuah cerita dalam hidupku. Sejenak ku merenung…” Ah luar bisa bukan, dulu waktu sekolah demi mendapat nilai baik kita rela bangun pagi, menahan kantuk, menahan dingin pergi ke Manahan untuk menghadiri jadwal pelajaran Olahraga kita. Kita takut kalau dimarahi guru kita, kita takut kalau terlambat nanti dapat hukuman,kita takut kalau terlambat dapat nilai jelek. Sekarang cobalah kita lihat sisi kehidupan kita yang lain, kawan..pernahkah kita merenung ..ketika ada panggillan Sholat dari Muadzin yang mengumandangkan adzan..akankah kita langsung tergerak untuk memenuhi panggilan-Nya, apakah kita juga merasa takut kalau terlambat? Apakah kita juga merasakan takut kalau nilai ibadah kita menjadi tidak sempurna karena kita sering terlambat untuk sholat?..Apakah kita juga takut jika suatu saat Allah murka kepada kita dengan memberikan peringatan kepada kita berupa adzab? Mencabut segala nikmat yang dikaruniakan-Nya?..Apakah kita juga berpikir ulang kalau mau MEMBOLOS gak datang sholat?.Kawan…waktu sholat juga sudah ditentukan jadwalnya, seperti waktu dulu jam olahraga pun sudah ada waktunya, kadang kita menyepelekan sampai mengulur-ngulurnya, mengerjakan di akhir waktu. Astagfirullahal’adzim. Ya Rabb..sesungguhnya Engkau Maha Pengampun,ampuni kami karena sering lalai dalam memenuhi panggilan-Mu, berikanlah kemudahan kepada kami untuk melaksanakan sholat diawal waktu, berilah kemudahan kepada kami untuk mendapatkan keutamaan sholat berjamaah. Amin.