Rabu, Juli 06, 2011

TELPON CINTA DARI BAPAK

Hari itu, langit Jakarta sudah mulai menguning, burung-burung telah kembali ke sangkarnya, matahari sedikit demi sedikit merangkak tenggelam di ufuk barat. Ku habiskan waktuku di depan netbook kecil sambil menunggu adzan maghrib berkumandang. Tiba-tiba hape ku bergetar, ada telpon masuk, ku lihat disitu tertulis nama “Bapak”. Segera ku angkat telpon dari beliau..”Halo,,piye kabare le?,akeh dongo yo (Halo, gimana kabarnya?, kemudian Bapak membacakan sebuah doa, yang sebenarnya aku sendiri sudah tidak asing dengan doa itu, hanya saja, mulut ini ternyata telah jarang melafadzkan doa ini..La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin”, kata beliau, saya di suruh untuk membaca doa ini, dan semoga mendapatkan daerah penempatan terbaik, setelah itu telpon pun di tutup. Dialog singkat dengan Bapak sore itu seakan memberikan sebuah pengingatan besar padaku, seolah olah aku kembali di ingatkan, kembali di tepuk, untuk kembali mengingat Sang Maha Pencipta. Berbagai rutinitas yang melelahkan, rutinitas yang membosankan ternyata membuat diri ini lalai, seolah–olah bapak ku ingin berpesan:”le elingo…Nak Ingatlah, bahwa kita terlalu berkubang dalam kemaksiatan, terlalu dzholim, dan menjadi hamba-hamba Allah Yang Lalai, kita seakan hanya butuh Allah ketika kita sedang membutuhkan. Degg,,…aku pun hanya bisa tertunduk..seolah-olah inilah teguran Allah buat saya, lewat nasehat Bapak saya. Memang, hari-hari itu adalah masa-masa mendebarkan, menunggu pengumuman penempatan tugas dari instansi tempat saya bekerja, di mana kami dituntut harus siap di tempatkan di seluruh wilayah Indonesia. Bukan hanya saya yang berdebar-debar, keluarga di rumah pun selalu menanyakan tentang kabar penempatan.

Sore itu Bapak ku kembali mengajarkan dan mengingatkan akan sebuah doa yang mulai jarang ku baca,,ya doa Dzun Nun yang ternyata adalah doa yang luar biasa. Bapak saya memang bukanlah seorang Kyai, ataupun seorang ustadz, akan tetapi saya yakin, atas petunjuk dari Allah lah, Bapak tergerak hatinya untuk menelpon saya dalam rangka mengingatkan kembali doa itu. Ternyata doa itu sangatlah istimewa, saya bukan lah mufasir atau ahli tafsir, saya sedikit mengambil pelajaran bahwa doa ini paling tidak mengadung tiga komponen : yaitu pengakuan Tauhid, pengakuan kekurangan diri, dan berisi permohonan ampun (istighfar), subhanallah doa singkat tapi luar biasa. Saya pun penasaran, dan kemudian mencari di internet tentang doa ini, dan akhirnya menemukan sebuah hadist,” Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 3505. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).Aku pun kembali terhenyak…Subhanallah,,”tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah Kabulkan Baginya”.

Sore itu..Bapak telah memberikan pelajaran yang berharga bagiku. Aku yakin, itulah salah satu wujud cinta seorang bapak kepada anaknya. Saya bukanlah seorang anak yang dekat dengan sosok seorang Bapak, seorang anak yang lebih banyak berinteraksi dan komunikasi dengan sang Ibu. Mungkin itulah cara ayah mencintai anaknya, mereka mempunyai cara-cara sendiri untuk mecintai anaknya. Dialog-dialog yang singkat,padat, mungkin itulah cara Bapak, seorang Ayah tak selalu punya ungkapan untuk mengapresiasi kita, saya yakin, bahwa mempunyai Bapak adalah sebuah anugerah, mempunyai ayah adalah sebuah keberuntungan. Betapapun mungkin di luar sana banyak anak-anak yang tersakiti oleh ayahnya, ataupun banyak anak –anak yang merasa jauh dari ayahnya, ayah kita tetaplah ayah kita. Mengantarkan kita lahir kedunia ini adalah tetap salah satu kebaikan darinya. Di dalam diri kita, mengalir darah nya, kita adalah darah dagingnya. Dan sudah sepantasnyalah nama Bapak masuk dalam daftar deretan nama orang-orang yang kita doakan

Telpon dari Bapak sore itu, mungkin salah satu wujud cintanya pada anaknya. Seorang Bapak yang menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Terimia kasih Bapak..Telponmu sore itu adalah telpon cintamu.

#Jakarta,menjelang tengah malam.060711#

<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

Selasa, Desember 21, 2010

TIGA BUNDA TIGA BALITA

Pagi itu, sekitar pukul enam pagi ,kereta yang aku tumpangi sampai di stasiun terakhir,stasiun kutoarjo.Setelah turun, segera kucari kereta berikutnya untuk melanjutkan perjalanan ke kota Solo.Kereta Pramex menjadi pilihan,sayang saya ketinggalan,kereta pramek sudah berangkat duluan.Dan akhirnya,sayapun harus menunggu beberpa jam sampai datang kereta berikutnya.

Beberapa jam kemudian,si Pramek datang,saya pun beli tiket dan sesegera mungkin masuk ke dalam kereta, maklum waktu itu H-1 lebaran,kereta pun penuh.Alhamdulillah saya dapat tempat duduk.Beberapa menit kemudian kereta Pramek pun meluncur dan perjalanan pulang ke Solo pun diimulai.

Perjalanan dari Jakarta semalam masih menyisakan rasa capek dan ngantuk yang tak tertahankan.Tiba-tiba datanglah seorang ibu beserta anak balita yang digendongnya.Karena bangku hanya cukup untuk satu orang, sang suami pun mengalah untuk berdiri sambil menjaga barang-barang bawaan.

Selama perjalanan kuamati balita kecil ini,mungkin umurnya belum ada satu tahun ,sekitar 7 bulanan.Kereta Pramek yang sumpek, menjadikan suasana nya menjadi gerah,panas.Si balita pun menangis. Sang Ibu pun tanggap,seolah-olah dia tahu seribu bahasa isarat yang diucapkan si mungil buah hatinya, dikipasilah si bayi,sambil dijaknya bercanda.Si bayi pun kembali terdiam.Beberapa saat kemudian,si Bayi menangis lagi,,saya tidak tahu apa yang dimintanya..Si ibu pun dengan sabarnya terus berusaha untuk menenagkannya,dikasihlah si bayi minum.Bayi kecil itu pun mulai minum dan terdiam kembali,seolah olah dia puas karena keinginannya terpenuhi.Kereta pramek, masih berjalan menyusuri persawahan menuju stasiun-stasiun berikutnya.Beberapa saat kemudian si Bayi rewel lagi, aku nggak tahu apa yang dia inginkan.Si Ibu tetap menghuburnya, dengan mainan, dan diajaknya si anak bercanda dengan penuh kasih sayang.Si anak pun tertawa kegirangan,beberpa saat kemudian si Ibu menyuapinya dengan makanan.

Stasiun demi stasiun terlewati,sampailah kereta pramek di Stasiun Jogjakarta.Beberpa penumpang turun dan beberapa lainnya baru akan naik .Setelah beberapa menit,kereta Pramek kembali di berangkatkan menuju Solo.Tak lama kereta berjalan,datanglah 2 pasang suami istri,yang masing-masing juga membawa anak balita,yg umurnya hamper sama, belum ada satu tahun.Bangku pramek ternyata sudah penuh,aku akhirnya memberikan kursiku untuk ibu-ibu itu.Pemandangan yang serupa aku lihat selama perjalanan,Si ibu selalu tanggap dan penuh kasih sayang menjaga buah hatinya.Bahasa-bahasa yang tak kupahami dari Si Bayi, mampu diterjemahkan dengan baik oleh sang Ibu.Sang Ibu memberikan rasa nyaman, dan tenteram bagi buah hatinya.

Sahabat,betapa mulianya seorang ibu, dengan penuh kesabaran,kasih sayang dia merawat dan menjaga buah hatinya.Saya membayangkan betapa repotnya seorang ibu yang harus berpergian jauh dengan anak balitanya,menggendong sana sini, menghibur, mengganti popok, menyuapi,kasih makan..ah betapa capeknya.Tapi semua itu dilakukannya,demi buah hatinya,mutiara kecilnya.

Bahasa-bahasa bayi yang sulit ku pahami,dengan mudah dipahami oleh mereka.”cup..cup..sayang..haus ya..minum sayang…cup-cup..panas ya..sini ibu kipasin”Bahasa-bahasa kasih sayang yang selalu terngiang-ngiang di telinga saya.Betapa cintanya kasih seorang ibu terhadap anaknya.Ibu selalu tahu apa yang diinginkan anaknya.Ibu selalu tahu kapan dia harus kasih makan,kapan dia harus kasih minum,dan kapan dia harus istirhat.Baginya, biarlah masa istirahat dia terganggu asalkan anak balitanya tidak rewel dan dapat istirhat dengan baik.

Sosok Tiga bunda dan tiga balita, mengingatkanku kembali akan sosok ibu ku,seolah gambaran masa kecilku diputar kembali di hadapanku.Oh..betapa capeknya ibuku waktu itu…Ibu ku selalu tahu apa yang diinginkan oleh anaknya.Dia selalu khawatir,apakah anaknya sudah makan apa belum,sehat apa tidak.Tapi kini,maaf kan anakmu ini,yang mungkin sering lupa akan dirimu.Sok sibuk dengan pekerjaan di kota,yang kadang lupa untuk sekedar menayakan kabar,sms,atau menelponmu.Ibu…Maafkan anakmu.(top)

oh ibu terima kasih

untuk kasih sayang yang tak pernah usai

tulus cintamu takkan mampu

untuk terbalaskan

oh ibu semoga tuhan

memberikan kedamaian dalam hidupmu

putih kasihmu kan abadi

dalam hidupku

(Doa Untuk Ibu,Ungu)

Happy mothers day, mom

#jakarta,di subuh hari,titip rindu buat ibuku#

Sabtu, Agustus 07, 2010

KAOSKU TERBALIK

Pagi itu, seperti biasa kuawali dengan beberapa aktivitas pribadi. Mandi dan menyetrika baju seragam putih untuk ke kantor,maklum baju putih yang kemarin sudah terlihat kotor terkena asap Metro Mini.Setelah mandi,ku bergegas memakai pakaian,dan sedikit berkaca di cermin untuk merapikan baju dan rambutku yang kelihatan jabrik acak-acakan,dikarenakan efek penebangan liar yang berlebihan beberapa bulan yang lalu,sehingga rambutku tampak berdiri menghadap langit.Setelah selesai, akupun segera berangkat ke kantor bersama rekan kantorku. Metro mini 75 tetap menjadi pilihan,bergerak merayap melintasi jalan di daerah mampang yang sangat padat.

Beberapa menit kemudian, sampailah aku di kantor, ku taruh tasku di ruangan sambil ngadem.Beberapa rekan kerjaku yang lain ternyata sudah datang.Seperti biasa kami beraktivitas di pagi itu,tak ada yang special. Hingga saat aku berdiri, diantara rekan kerjaku,ada seorang rekan kerjaku ,seorang ibu-ibu mengingatkan ku,”eh..pakai kaos dalemnya kebalik ya?masak mereknya di depan?” Aku pun langsung mengeceknya,dan ternyata….memang benar-benar terbalik,..Ha..ha.ha..rekan yang lain pun tertawa terpingkal-pingkal.Wah ternyata sejak berangkat dari kost,dan naik Metro mini tadi ,aku sudah memakai kaos dalam terbalik,wkk…Aku pun bergegas ke belakang ,dan memakai kaos dalam itu dengan benar.Ha..ha emang konyol,padahal sebelum memakai baju putih tadi pagi sudah berkaca di depan cermin,tapi tetap saja aku nggak sadar telah melakukan ‘kekonyolan” seperti itu.

Sahabat, aku pun hanya bisa tersenyum ketika mengingat peristiwa hari itu. Seringkali kita merasa telah melakukan segalanya sebaik mungkin ,ternyata ada bagian tertentu yang terlewatkan.Seringkali kita sudah meluangkan waktu untuk bercermin diri,instrospeksi diri, melihat kekurangan dan kelebihan pribadi agar kita menjadi lebih baik.Akan tetapi masih saja ada beberapa hal yang belum sempat kita koreksi, belum sempat kita lihat. Di sinilah fungsi dan peran sahabat yang baik.Memberikan kritikan dan masukan buat kebaikan kita,memberikan pengingatan ketika kita salah,meberikan saran buat kebaikan diri kita.Karena walaupun kita telah bercermin diri,seringkali ada beberapa sudut yang belum kita lihat,dan sahabat kadangkala memberikan sebuah pandangan ataupun masukan terhadap sudut –sudut yang tidak terlihat itu.Tak perlu marah,tak perlu merasa malu ataupun gengsi untuk menerima saran yang baik, karena sejatinya, saran yang baik yang disampaikan sahabat kita itu adalah untuk membuat diri kita tetap baik dan menjadi lebih baik.Terimalah saran dari sahabat mu dengan lapang dada, terimalah segala masukan darinya,karena hanya teman yang baiklah yang mau mengingatkan kita agar tidak terjatuh ke lubang.Berterimakasih lah dan bersyukurlah jika kita dianugerahi sahabat-sahabat yang senantiasa ringan dalam memberi nasehat, mengingatkan ketika kita salah dan memberikan masukan buat kebaikan kita.

Terimakasih ..terimakasih, semoga Tuhan memberikan balasan kepada sahabatku semua yang rela memberikan masukan,saran,nasehat serta pengingatan kepada saya ,agar tetap berada dalam kebaikan dan menjadi lebih baik lagi.Terimakasih sahabat,…karena tak semua sudut tempat mampu ku lihat ketika aku bercermin.(top)

Kamis, Agustus 05, 2010

DARI CENTIMETER MENJADI METER

Siapa sangka, bayi sekecil itu bisa bertahan hidup. Hanya karena izin dan karunia Allah lah dia mampu menatap indahnya langit.Seorang bayi premature dengan berat 14 ons, terlahir dari seoarang ibu yag luar biasa.Terlahir di sebuah tempat, ujung timur jawa tengah.

Siapa sangka, bayi itu mampu bertahan hidup,tanpa incubator,..hanya sebatas lampu petromaks yangg menghangatkan tubuhnya.Kasih sayang dan sentuhan yang luar biasa dari sang ibu begitu dia rasakan.

Siapa sangka, bayi yang sering sakit itu mampu bertahan hidup,kasih sayang ibu yg merawatnya, menepis keraguan banyak orang serta isu yang mengatakan bahwa bayi itu telah mati

Siapa sangka,jam terus berputar, waktu pun berganti, siang bergantikan malam, hari bergantikan bulan, dan bulan pun bergantikan tahun.,,Bayi kecil pun mulai bertumbuh.Tak sepesat pertumbuhan bayi seumurannya..tak sepesat anak-anak lainnya..Bayi kecilpun tumbuh menjadi anak balita…

Balita kecil itu pun tumbuh seperti anak biasa yang lainnya.Di besarkan di keluarga yang sederhana, di ujung desa jawa tengah.Masa kecilnya pun dilalui seperti anak desa lainnya.Dinamika hidup mungkin yang membedakan dia dengan teman seumurannya…

Siapa sangka,anak itu tumbuh menjadi remaja…siapa sangka bayi kecil itu telah menjadi dewasa…Banyak hal yang telah dilaluinya, karena memang hidup penuh dengan dinamika dilematika,dan problematika,yang semakin membuatnya mengerti kenapa dia hidup.

Siapa sangka, 24 Tahun sudah dia hidup di dunia, seorang bayi kecil kini telah tumbuh menjadi dewasa, dari centi meter menjadi meter, dari ons menjadi kg.Baginya hidup ini adalah anugerah yang luar biasa, hidup dibawah kesejukan iman,.Semangat untuk hidup..semangat untuk mengabdi,atas segala karunia yang telah Allah berikan kepadanya,..Aah..Nikmat Tuhan-Mu manakah yang kamu dustakan.

Semangat untuk hidup..semangat untuk mengabdi kepada Tuhan yang telah menciptakannya..Allah yang telah memberikan kesempatan dia untuk hidup di dunia..Begitu banyak nikmat dan karunia Allah yang diterimanya, yang tak mampu dia hitung, yang tak mampu dia ingat semua.Tapi ternyata dia manusia biasa, yang kadang kurang mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepadanya, bergelimang akan dosa-dosa,Ya Allah ..astaghfirullahal ‘adzim.

Hari ini, genap sudah 24 Tahun, dia hidup di dunia, menikmati segala karunia dari Tuhannya.Wahai Jiwa..betapa banyak nikmat Allah yang tak kau syukuri..wahai jiwa betapa banyak dosa yang kau perbuat ..wahai jiwa berapa amal kebaikan yang telah engkau lakukan?ah betapa malunya kau …begitu banyak nikmat Allah tapi kurang pandai bersyukur,begitu banyak karunia tapi masih sering lalai dan berbuat dosa..sedikit beramal dan mengabdi kepada-Nya.Banyak dosa tapi masih sering angkuh dan sombong berjalan di bumi-Nya.

Astaghfirullahal’adzim.

24 Tahun ( Ya Robbana)

Hamba di dunia ( Ya Robbana)

Hamba banyak dosa (Ya Robbana)

Hamba Mohon Ampun…

1 agustus 24 tahun yang lalu,aku dilahirkan, Alhamdulillah Ya Allah atas segala Nikmat dan Karunia-Mu.Terimakasih buat semua orang yang telah mewarnai hidupku.Terimakasih buat keluargaku.Terimakasih buat ibuku,engkau ibu yang luar biasa.Terimakasih buat seluruh guru-guruku.Terimakasih buat sahabat-sahabatku.Bertemu kalian adalah anugerah bagiku.Jika setiap tempat adalah sekolahan,setiap orang adalah guru.Semoga bayi kecil itu ,kehadirannya mampu memberikan manfaat buat umat manusia.Terimakasih atas semua doa –doa yang terpanjatkan,Semoga Allah mengabulkan doa-doa baik kalian,Amin

#Jakarta,3.53 wib,010810#

M.Taufiq Hidayat.